.Engkau memang cantik seperti
bidadari
Engkau memang manis seperti
seorang peri
Tak pernah terbayang bila kau
jadi pacarku Pastilah diriku lelaki paling
beruntung..
.Uuyyeeeeaaahh
Bidadari manisku kapankah
bertemu lagi
Aku sangat menunggumu karna
aku sangat rindu
Bidadari manisku tunjukkanlah kepada ku
Bagaimanakah caranya diriku
tuk bisa mencintaimu
.Ouuyeah
Basahi bibirmu dengan segelas
minuman
Yang ku kirim untukmu agar
aku mengenalmu
Engkau pun tersenyum dan mengatakan namamu
Oo my God bahagianya diriku
saat ini
.Uuyyeeeeaaahh
Bidadari manisku kapankah
bertemu lagi
Aku sangat menunggumu karna
aku sangat rindu
Bidadari manisku tunjukkanlah kepada ku
Bagaimanakah caranya diriku
tuk bisa mencintaimu..
.Ouuyeah
Oo..ou..ou.oouuyeah
Ouuuyeeeaah
Bila kita bisa bertemu nanti...
Kan ku katakan...(katakan)
Ku katakan... Aku ingin mencuri... hatimu...
Chandra's Blog
Selasa, 23 Agustus 2011
Minggu, 29 Mei 2011
Martua Sitorus, Salah Satu Orang Terkaya di Dunia
Di dunia bisnis nasional
Martua Sitorus tak banyak
dikenal. Namun, nama ini
masuk dalam daftar 1.000
orang terkaya dunia pada
peringkat 316, versi majalah Forbes. Bila tahun lalu dia menempati peringkat 522
terkaya di dunia dengan jumlah
kekayaan US$ 1,4 miliar, kini
kekayaan Martua meningkat
menjadi US$ 3,0 miliar. Peringkat
pun terdongkrak menjadi 316. Martua sempat menyandang
orang terkaya di Indonesia ke 7
pada 2007 dan ke 14 pada 2006
versi majalah yang sama. Meski
berkebangsaan Indonesia, dia
saat ini tinggal di Singapura sambil menyetir semua bisnis-
bisnisnya.
Martua lahir 49 tahun lalu
di Pematang Siantar,
Sumatera Utara. Ia sarjana
ekonomi dari Universitas
HKBP Nommensen, Medan,
yang kecilnya dikenal dengan nama Thio Seng Hap
dan dikenal juga dengan
panggilan A Hok. Martua memulai karir bisnisnya
sebagai pedagang minyak sawit
dan kelapa sawit di Indonesia dan
Singapura. Bisnisnya berkembang
pesat. Pada 1991 Martua mampu
memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektar di
Sumatera Utara. Pada tahun
yang sama pula Martua bisa
membangun pabrik pengolahan
minyak kelapa sawit pertamanya.
Warga Batak keturunan Tionghoa kemudian melebarkan
sayapnya dengan bendera Wilmar
International Limited. Perusahaan
agrobisnis terbesar di Asia ini
merupakan perusahaan publik
yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Bahkan, untuk pabrik
biodiesel, dia memiliki produksi
terbesar di dunia. Meski sebagai
pemilik, Martua masih menduduki
jabatan direktur eksekutif di
Wilmar.
Awalnya Martua berdagang
minyak sawit dan kelapa
sawit kecil-kecilan di
Indonesia dan Singapura.
Lama-kelamaan bisnisnya
berkembang pesat. Dan, pada 1991 Martua mampu memiliki
kebun kelapa sawit sendiri seluas
7.100 hektar di Sumatera Utara.
Di tahun yang sama pula ia
berhasil membangun pabrik
pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya. Pada 1996 Martua
berekspansi ke Malaysia dengan
membangun pabrik pengolahan
minyak kelapa sawit di sana.
Tak puas dengan itu, Martua
mulai melirik bisnis hilir (produk turunan) yang lebih bernilai
tinggi. Pada 1998 Martua untuk
pertama kalinya membangun
pabrik yang memproduksi
specialty fats. Lalu pada tahun
2000 ia juga meluncurkan produk konsumsi minyak goreng
bermerek Sania.
Selanjutnya, tahun demi tahun
bisnis Martua makin membesar
hingga menjadi salah satu
perusahaan agrobisnis terbesar
di Asia yang terintegrasi dari
hulu sampai hilir. Per 31 Desember 2005, Wilmar memiliki
total lahan perkebunan kelapa
sawit seluas 69.217 hektar, 65
pabrik, tujuh kapal tanker, dan
20.123 karyawan. Wilmar
mengekspor produk-produknya ke lebih dari 30 negara.
Puncaknya, Martua mencatatkan
Wilmar di bursa efek Singapura
pada Agustus 2006 dengan
kapitalisasi pasar mencapai US$2
miliar.
Pembangunan biodiesel dilakukan
di Riau pada 2007 dengan
membangun tiga pabrik biodiesel,
masing-masing memiliki kapasitas
produksi 350.000 ton per tahun,
sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun.
Di negeri ini, Wilmar memiliki
sekitar 48 perusahaan. Salah
satunya adalah PT Multimas
Nabati Asahan, yang
memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Dalam laporan
keuangan Wilmar, total aset
Wilmar pada 2007 mencapai US$
15,5 miliar, dengan pendapatan
US$ 16,46 miliar. Pada tahun itu
Wilmar juga bisa membukukan laba bersih US$ 675 juta.
Keluarga besar Martua
Sitorus juga berperan
penting dalam
mengembangkan Wilmar
Corp. Istri (Rosa Taniasuri
Ong), saudara laki-laki (Ganda Sitorus), saudara
perempuan (Bertha,
Mutiara, dan Thio Ida), dan
ipar (Suheri Tanoto dan
Hendri Saksti) Martua
menduduki berbagai posisi kunci di Wilmar Corp. Bahkan, Hendri Saksti diberi kepercayaan
menjadi kepala operasional bisnis
Wilmar di Indonesia.
Hendri Saksti bukanlah orang
baru di bisnis sawit. Presdir PT
Cahaya Kalbar Tbk. ini mulai bergabung dengan Wilmar Corp.
sebagai manajer cabang
operasional bisnis minyak sawit
Wilmar di Indonesia dan kemudian
diangkat sebagai direktur
keuangan operasional Wilmar di Indonesia pada 1996. Darius Na,
mantan direktur PT Cahaya
Kalbar Tbk., mengungkapkan
sebelumnya Hendri juga sempat
berkarier di PT Astra Agro
Lestari Tbk. Darius menggambarkan sosok Hendri
sebagai pebisnis yang cukup
tegas dan memiliki visi bisnis
untuk selalu berupaya
memperbesar kapasitas. “Ia terhitung orang yang
mengutamakan jumlah,” ungkapnya.
Martua Sitorus tak banyak
dikenal. Namun, nama ini
masuk dalam daftar 1.000
orang terkaya dunia pada
peringkat 316, versi majalah Forbes. Bila tahun lalu dia menempati peringkat 522
terkaya di dunia dengan jumlah
kekayaan US$ 1,4 miliar, kini
kekayaan Martua meningkat
menjadi US$ 3,0 miliar. Peringkat
pun terdongkrak menjadi 316. Martua sempat menyandang
orang terkaya di Indonesia ke 7
pada 2007 dan ke 14 pada 2006
versi majalah yang sama. Meski
berkebangsaan Indonesia, dia
saat ini tinggal di Singapura sambil menyetir semua bisnis-
bisnisnya.
Martua lahir 49 tahun lalu
di Pematang Siantar,
Sumatera Utara. Ia sarjana
ekonomi dari Universitas
HKBP Nommensen, Medan,
yang kecilnya dikenal dengan nama Thio Seng Hap
dan dikenal juga dengan
panggilan A Hok. Martua memulai karir bisnisnya
sebagai pedagang minyak sawit
dan kelapa sawit di Indonesia dan
Singapura. Bisnisnya berkembang
pesat. Pada 1991 Martua mampu
memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektar di
Sumatera Utara. Pada tahun
yang sama pula Martua bisa
membangun pabrik pengolahan
minyak kelapa sawit pertamanya.
Warga Batak keturunan Tionghoa kemudian melebarkan
sayapnya dengan bendera Wilmar
International Limited. Perusahaan
agrobisnis terbesar di Asia ini
merupakan perusahaan publik
yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Bahkan, untuk pabrik
biodiesel, dia memiliki produksi
terbesar di dunia. Meski sebagai
pemilik, Martua masih menduduki
jabatan direktur eksekutif di
Wilmar.
Awalnya Martua berdagang
minyak sawit dan kelapa
sawit kecil-kecilan di
Indonesia dan Singapura.
Lama-kelamaan bisnisnya
berkembang pesat. Dan, pada 1991 Martua mampu memiliki
kebun kelapa sawit sendiri seluas
7.100 hektar di Sumatera Utara.
Di tahun yang sama pula ia
berhasil membangun pabrik
pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya. Pada 1996 Martua
berekspansi ke Malaysia dengan
membangun pabrik pengolahan
minyak kelapa sawit di sana.
Tak puas dengan itu, Martua
mulai melirik bisnis hilir (produk turunan) yang lebih bernilai
tinggi. Pada 1998 Martua untuk
pertama kalinya membangun
pabrik yang memproduksi
specialty fats. Lalu pada tahun
2000 ia juga meluncurkan produk konsumsi minyak goreng
bermerek Sania.
Selanjutnya, tahun demi tahun
bisnis Martua makin membesar
hingga menjadi salah satu
perusahaan agrobisnis terbesar
di Asia yang terintegrasi dari
hulu sampai hilir. Per 31 Desember 2005, Wilmar memiliki
total lahan perkebunan kelapa
sawit seluas 69.217 hektar, 65
pabrik, tujuh kapal tanker, dan
20.123 karyawan. Wilmar
mengekspor produk-produknya ke lebih dari 30 negara.
Puncaknya, Martua mencatatkan
Wilmar di bursa efek Singapura
pada Agustus 2006 dengan
kapitalisasi pasar mencapai US$2
miliar.
Pembangunan biodiesel dilakukan
di Riau pada 2007 dengan
membangun tiga pabrik biodiesel,
masing-masing memiliki kapasitas
produksi 350.000 ton per tahun,
sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun.
Di negeri ini, Wilmar memiliki
sekitar 48 perusahaan. Salah
satunya adalah PT Multimas
Nabati Asahan, yang
memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Dalam laporan
keuangan Wilmar, total aset
Wilmar pada 2007 mencapai US$
15,5 miliar, dengan pendapatan
US$ 16,46 miliar. Pada tahun itu
Wilmar juga bisa membukukan laba bersih US$ 675 juta.
Keluarga besar Martua
Sitorus juga berperan
penting dalam
mengembangkan Wilmar
Corp. Istri (Rosa Taniasuri
Ong), saudara laki-laki (Ganda Sitorus), saudara
perempuan (Bertha,
Mutiara, dan Thio Ida), dan
ipar (Suheri Tanoto dan
Hendri Saksti) Martua
menduduki berbagai posisi kunci di Wilmar Corp. Bahkan, Hendri Saksti diberi kepercayaan
menjadi kepala operasional bisnis
Wilmar di Indonesia.
Hendri Saksti bukanlah orang
baru di bisnis sawit. Presdir PT
Cahaya Kalbar Tbk. ini mulai bergabung dengan Wilmar Corp.
sebagai manajer cabang
operasional bisnis minyak sawit
Wilmar di Indonesia dan kemudian
diangkat sebagai direktur
keuangan operasional Wilmar di Indonesia pada 1996. Darius Na,
mantan direktur PT Cahaya
Kalbar Tbk., mengungkapkan
sebelumnya Hendri juga sempat
berkarier di PT Astra Agro
Lestari Tbk. Darius menggambarkan sosok Hendri
sebagai pebisnis yang cukup
tegas dan memiliki visi bisnis
untuk selalu berupaya
memperbesar kapasitas. “Ia terhitung orang yang
mengutamakan jumlah,” ungkapnya.
Misteri 10 Perilaku Aneh Manusia Sehari-hari
Pernahkah Anda menyadari, jika memandang jari untuk waktu lama, akan berubah seperti jari alien? Hal yang biasa Anda lihat berubah menjadi hal yang terlihat sangat aneh.
Hal serupa juga berlaku untuk perilaku. Misalnya, saat ada hal lucu, manusia tertawa terbahak-bahak. Selaini tu sepertiga hari manusia dihabiskan dalam kondisi seperti mati atau dikenal dengan tidur. Renungkan perilaku-perilaku ini, Anda akan mendapatinya sangat aneh. Berikut 10 hal biasa yang aneh yang selalu dilakukan manusia beserta alasan manusia melakukannya.
Menangis
Kesedihan bisa membuat air mata jatuh. Di antara semua makhluk, hanya manusia yang bisa menangis karena emosi. Tak hanya berguna mengkomunikasikan perasaan, ilmuwan yakin ada hormon tak diinginkan dalam air mata dan protein lain yang dihasilkan selama massa stres. Hal semacam ini disebut efek ‘tangis kebaikan’.
Cegukan
Cegukan merupakan kejang paksa diafragma (membran otot dada untuk bernapas). Kejang ini membuat otot iritasi akibat banyaknya atau sedikitnya makanan dalam perut. Anehnya, cegukan tak memiliki tujuan. Satu hipotesa menyatakan, cegukan merupakan sisa refleks menghisap primitive.
Tidur
Manusia menghabiskan sepertiga waktunya untuk tidur. Tak seorang pun bisa melewati hari tanpa tidur. Perilaku inilah satu-satunya yang bisa dipahami. Tidur memungkinkan ‘pemeliharaan’ dari produksi kimia selama bangun untuk perkembangan otak. Beberapa teori menunjukkan, tidur penting untuk ingatan dan pembelajaran. Tidur juga membantu memasukkan ingatan episodik ke dalam ‘media penyimpanan’ jangka panjang.
Kematian
Secara teknis, kematian bukan aktivitas sehari-hari. Namun, kematian terjadi pada banyak orang sekaligus tiap harinya. Mengapa? Manusia mati karena sel mati. Meski sel terus diperbarui selama 70 tahun, sel tak bisa memperbarui diri selamanya. Dalam sel terdapat telomeres untuk menyimpan informasi genetis. Namun, lama kelamaan, telomeres tak mampu menyimpan informasi dan sel tak bisa membagi diri lagi.
Melihat dalam 3D
Bagaimana mata manusia bisa menghasilkan visi 3D? Hal ini sebenarnya trik pikiran. Otak manusia memanfaatkan ‘teropong disparitas’ guna melihat gambar berbeda dari mata kiri dan kanan. Selain itu , menggunakan gambar itu, otak manusia merekonstruksi kedalaman.
Untuk obyek dekat, otak mendaftar ‘konvergensi’ mata manusia guna menentukan seberapa jauh jarak. Saat memandang sesuatu yang bergerak, secara tak sadar jarak itu menimbulkan ‘parallax’ yang pada kecepatan berbeda, obyek akan terlihat mendekat atau menjauh.
Tersipu
Tersipu membuat pipi memerah. Reaksi ini umum pada manusia saat mendapat perhatian sosial. Tersipu bisa dipicu bertemu orang penting, menerima pujian dan mengalami emosi kuat di situasi sosial. Biologi tersipu bekerja dengan meluaskan area pembuluh darah muka untuk menimbulkan efek memerah. Namun, hingga kini, ilmuwan tak memahami apa fungsi tersipu.
Ciuman
Insting biologis ini memang tampak aneh. Ciuman memungkinkan orang menggunakan bau dan rasa guna menilai pasangannya. Nafas dan air ludah seseorang menyimpan sinyal kimia penanda sehat atau sakit. Lebih lanjut, kulit di hidung dan mulut diselimuti minyak berisi feromon, kimia riasan biologis manusia.
Saat mendapat feromon selama ciuman, secara tak sadar, orang menjadi makin tertarik atau tidak tertarik untuk melakukan seks. Psikolog yakin, aksi fisik ciuman membantu pasangan ‘saling berkenalan’.
Kentut
Tiap makan dan minum, gas masuk ke tubuh. Faktanya, suatu hal normal kentut 1,9 liter atau sekitar 15-20 ‘tut’ tiap hari. Aroma khusus kentut berasal dari bakteri perut. Saat memroses makanan menjadi nutrisi di perut, mikroba menghasilkan produk bau hidrogen sulfida (gas serupa telur busuk). Seperti manusia, bakteri ini sangat menyukai makanan manis. Jenis gula alami pada susu dan buah menjadi penyumbang ‘tut’ terbanyak.
Tertawa
Saat ada hal lucu, dorongan tawa selalu muncul. Tawa memang aneh. Mengapa manusia tertawa? Psikolog yakin perilaku ini merupakan respon untuk memberi sinyal pada orang lain melalui penyebaran emosi positif, mengurangi stres dan kontribusi kohesi. Hal serupa juga terjadi pada primata, simpanse dan orang utan juga tertawa saat bermain.
Berkedip
Berkedip bukanlah hal aneh. Aktivitas sepersepuluh detik ini untuk menghilangkan partikel debu dan menyebarkan cairan pelumas ke bola mata. Hal anehnya adalah, manusia selalu tak bisa ‘melihat’ kegelapan dalam aktivtas 2-10 detik itu. Ilmuwan menemukan, otak manusia memiliki bakat mengabaikan gelap sementara. Berkedip menekan aktivitas beberapa area otak yang bertanggungjawab mendeteksi perubahan lingkungan. Alhasil, manusia bisa merasakan dunia secara kesinambungan
Langganan:
Komentar (Atom)